Kamis, 20 Februari 2014
Pengumuman UKOM XII TKJ 1
Daftar Nama Siswa Lulus
Uji Kompetensi Kejuruan TKJ
SMK SANDIKTA
T.P 2013/2014
Kelas XII TKJ 1
1. Afrian Pratama
2. Andri Prabowo
3. Ari Bowo
4. Arini Puspitasari
5. Ary Pradika
6. Benji Rian Haryitna
7. Dimas Alips Sesaria Jimy
8. Eka Juliati
9. Eka Yuliana
10. Eko Fajar Firmansyah
11. Fachri Naufal Afif
12. Fajar Eri Irianto
13. Faridah Nurina Hayati
14. Gunawan Setiadi
Bagi siswa/i yang namanya tidak tercantum diatas, diharapkan hadir pada hari Selasa/25-2-2014 jam 08.00 WIB, menggunakan seragam hari Selasa. Materi yang diujikan konfigurasi proxy server.
Kamis, 18 April 2013
Presentasi Laporan Prakerin
Adapun ketentuan pembuatan presentasi laporan prakerin adalah sebagai berikut:
- Presentasi dapat dibuat dengan menggunakan aplikasi MS-Power point,Openoffice- impress,flash,video dll.
- Presentasi berisikan nama kelompok,judul,lokasi prakerin(dilengkapi gambar/foto),profil perusahaan,materi laporan (dilengkapi gambar),kesimpulan,saran.
- Contoh presentasi laporan Prakerin menggunakan MS-Power Point, dapat di download di link berikut ini.
- Format ujian adalah model presentasi perkelompok
Minggu, 26 Februari 2012
Kisah Anak ber-ibubapa-kan babi
Kelebihan Nabi Musa yang tidak ada pada nabi-nabi lain adalah dapat berbicara langsung dengan Allah SWT. Suatu hari Nabi Musa naik ke Bukit Tursina untuk bertanya kepada Allah SWT. “Ya Allah, siapakah orang di syurga nanti yang akan bersama denganku?”. Allah SWT pun menjawab dengan mengatakan nama orang itu, kampung serta tempat tinggalnya. Setelah mendapat jawaban, Nabi Musa turun dari Bukit Tursina dan terus berjalan mengikuti tempat yang diberitahu. Setelah beberapa hari di dalam perjalanan akhirnya sampai juga Nabi Musa ke tempat yang dituju.
Dengan pertolongan beberapa orang penduduk di situ, beliau bisa bertemu dengan orang tersebut. Setelah memberi salam beliau dipersilakan masuk dan duduk di ruang tamu. Tuan rumah itu tidak langsung melayani Nabi Musa. Dia masuk ke dalam bilik dan melakukan sesuatu di dalam. Sebentar kemudian dia keluar sambil membawa seekor babi betina yang besar. Nabi Musa terkejut melihatnya. “Apa maksud semua ini?, kata Nabi Musa berbisik dalam hatinya penuh keheranan. Babi itu dibersihkan dan dimandikan dengan baik. Setelah itu babi itu dilap sampai kering serta dipeluk cium kemudian diantar ke dalam bilik. Tidak lama kemudian dia keluar sekali lagi dengan membawa pula seekor babi jantan yang lebih besar. Babi itu juga dimandikan dan dibersihkan. Kemudian dilap hingga kering dan dipeluk serta cium dengan penuh kasih sayang. Babi itu kemudian diantar kedalam bilik kembali. Selesai melakukan semua itu barulah dia melayani Nabi Musa.
“Wahai saudara! Apa agama kamu?”.tanya Nabi Musa
” Tauhid agamaku”, jawab pemuda itu “Yaitu agama Islam”.
“Lalu, mengapa kamu merawat babi? Kita tidak boleh berbuat seperti itu.” Kata Nabi Musa.
“Wahai tuan hamba”, kata pemuda itu. “Sebenarnya kedua babi itu adalah ibu bapa kandungku. Oleh karena mereka telah melakukan dosa yang besar, Allah SWT telah menukarkan rupa mereka menjadi babi yang buruk rupanya. Soal dosa mereka dengan Allah SWT itu soal lain. Itu urusannya dengan Allah SWT. Aku sebagai anaknya tetap melaksanakan kewajibanku sebagai anak. Hari-hari aku berbakti kepada kedua ibu bapaku seperti yang tuan hamba lihat tadi. Walaupun rupa mereka sudah menjadi babi, aku tetap melaksanakan tugasku.”, sambungnya.
“Setiap hari aku berdo’a kepada Allah SWT agar dosa mereka diampunkan. Aku memohon supaya Allah SWT menukarkan wajah mereka menjadi manusia yang sebenarnya, tetapi Allah SWT masih belum mengabulkannya.”, tambah pemuda itu lagi.
Maka ketika itu juga Allah SWT menurunkan wahyu kepada Nabi Musa. ‘Wahai Musa, inilah orang yang akan bersama denganmu di Syurga nanti, hasil baktinya yang sangat tinggi kepada kedua ibu bapanya. Ibu bapanya yang sudah buruk dengan rupa babi pun dia berbakti juga. Oleh itu Kami naikkan maqamnya sebagai anak shaleh disisi Kami. Oleh karena dia telah berada di maqam anak yang shaleh disisi Kami, maka Kami angkat do’anya. Tempat kedua ibu bapanya yang Kami sediakan di dalam neraka telah Kami pindahkan ke dalam syurga.” Itulah berkat anak yang shaleh. Do’a anak yang shaleh dapat menebus dosa ibu bapa yang akan masuk ke dalam neraka pindah ke syurga. Ini juga hendaklah dengan syarat dia berbakti kepada ibu bapanya”
Banyak pelajaran dari kisah diatas yang bisa kita ambil. Walau bagaimana buruknya sekali pun perangai kedua ibu bapa kita itu bukan urusan kita, urusan kita ialah menjaga mereka dengan penuh kasih sayang sebagaimana mereka menjaga kita sewaktu kecil hingga dewasa. Walau banyak sekali pun dosa yang mereka lakukan, itu juga bukan urusan kita, urusan kita ialah meminta ampun kepada Allah SWT supaya kedua ibu bapa kita diampuni Allah SWT. Do’a anak yang shaleh akan membantu kedua ibu bapanya mendapat tempat yang baik di akhirat, inilah yang dinanti-nantikan oleh para ibu bapa di alam kubur. Kasih sayang seorang anak kepada ibu dan bapanya bukan hanya melalui harta yang diberikan, tetapi rasa kasih sayang seorang anak kepada kedua ibu bapanya ialah dengan berbakti kepada ibu bapa & mendo’akan kedua ibu bapanya mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT.
sumber: http://www.fitri-online.com/kisah-anak-ber-ibubapa-kan-babi-158.html
Dengan pertolongan beberapa orang penduduk di situ, beliau bisa bertemu dengan orang tersebut. Setelah memberi salam beliau dipersilakan masuk dan duduk di ruang tamu. Tuan rumah itu tidak langsung melayani Nabi Musa. Dia masuk ke dalam bilik dan melakukan sesuatu di dalam. Sebentar kemudian dia keluar sambil membawa seekor babi betina yang besar. Nabi Musa terkejut melihatnya. “Apa maksud semua ini?, kata Nabi Musa berbisik dalam hatinya penuh keheranan. Babi itu dibersihkan dan dimandikan dengan baik. Setelah itu babi itu dilap sampai kering serta dipeluk cium kemudian diantar ke dalam bilik. Tidak lama kemudian dia keluar sekali lagi dengan membawa pula seekor babi jantan yang lebih besar. Babi itu juga dimandikan dan dibersihkan. Kemudian dilap hingga kering dan dipeluk serta cium dengan penuh kasih sayang. Babi itu kemudian diantar kedalam bilik kembali. Selesai melakukan semua itu barulah dia melayani Nabi Musa.
“Wahai saudara! Apa agama kamu?”.tanya Nabi Musa
” Tauhid agamaku”, jawab pemuda itu “Yaitu agama Islam”.
“Lalu, mengapa kamu merawat babi? Kita tidak boleh berbuat seperti itu.” Kata Nabi Musa.
“Wahai tuan hamba”, kata pemuda itu. “Sebenarnya kedua babi itu adalah ibu bapa kandungku. Oleh karena mereka telah melakukan dosa yang besar, Allah SWT telah menukarkan rupa mereka menjadi babi yang buruk rupanya. Soal dosa mereka dengan Allah SWT itu soal lain. Itu urusannya dengan Allah SWT. Aku sebagai anaknya tetap melaksanakan kewajibanku sebagai anak. Hari-hari aku berbakti kepada kedua ibu bapaku seperti yang tuan hamba lihat tadi. Walaupun rupa mereka sudah menjadi babi, aku tetap melaksanakan tugasku.”, sambungnya.
“Setiap hari aku berdo’a kepada Allah SWT agar dosa mereka diampunkan. Aku memohon supaya Allah SWT menukarkan wajah mereka menjadi manusia yang sebenarnya, tetapi Allah SWT masih belum mengabulkannya.”, tambah pemuda itu lagi.
Maka ketika itu juga Allah SWT menurunkan wahyu kepada Nabi Musa. ‘Wahai Musa, inilah orang yang akan bersama denganmu di Syurga nanti, hasil baktinya yang sangat tinggi kepada kedua ibu bapanya. Ibu bapanya yang sudah buruk dengan rupa babi pun dia berbakti juga. Oleh itu Kami naikkan maqamnya sebagai anak shaleh disisi Kami. Oleh karena dia telah berada di maqam anak yang shaleh disisi Kami, maka Kami angkat do’anya. Tempat kedua ibu bapanya yang Kami sediakan di dalam neraka telah Kami pindahkan ke dalam syurga.” Itulah berkat anak yang shaleh. Do’a anak yang shaleh dapat menebus dosa ibu bapa yang akan masuk ke dalam neraka pindah ke syurga. Ini juga hendaklah dengan syarat dia berbakti kepada ibu bapanya”
Banyak pelajaran dari kisah diatas yang bisa kita ambil. Walau bagaimana buruknya sekali pun perangai kedua ibu bapa kita itu bukan urusan kita, urusan kita ialah menjaga mereka dengan penuh kasih sayang sebagaimana mereka menjaga kita sewaktu kecil hingga dewasa. Walau banyak sekali pun dosa yang mereka lakukan, itu juga bukan urusan kita, urusan kita ialah meminta ampun kepada Allah SWT supaya kedua ibu bapa kita diampuni Allah SWT. Do’a anak yang shaleh akan membantu kedua ibu bapanya mendapat tempat yang baik di akhirat, inilah yang dinanti-nantikan oleh para ibu bapa di alam kubur. Kasih sayang seorang anak kepada ibu dan bapanya bukan hanya melalui harta yang diberikan, tetapi rasa kasih sayang seorang anak kepada kedua ibu bapanya ialah dengan berbakti kepada ibu bapa & mendo’akan kedua ibu bapanya mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT.
sumber: http://www.fitri-online.com/kisah-anak-ber-ibubapa-kan-babi-158.html
Sabtu, 04 Juni 2011
NILAI UJIAN NASIONAL SMP SANDIKTA 2010/2011
Siswa SMP Sandikta yang terhormat sebelum nilai ini diupload ke website resmi smp sandikta, kalian bisa menikmatinya di blog saya ini. Semoga dapat menghilangkan penasaran...
silahkan download disini Nilai Kolektif Ujian Nasional SMP Sandikta TP 2010_2011_dari Dinas_REV1.xls
silahkan download disini Nilai Kolektif Ujian Nasional SMP Sandikta TP 2010_2011_dari Dinas_REV1.xls
Senin, 26 April 2010
DAFTAR PESERTA LULUS UN
Berikut ini daftar nama siswa/i SMK Sandikta yang lulus ujian nasional T.P 2009/2010.
Berhubung lulus semua, jadi saya cantumkan daftar nama peserta ujian saja. Yang penting ga penasaran, takut tukang posnya nyasar...hhe
Nilai-nilainya nanti saja diurus disekolah, blm sempat input..hhe
Hasil Ujian Nasional ini juga bisa dilihat di web smk sandikta..
www.smk.sandikta.net
selamat ya..
daftar nama silahkan donlut disini
Berhubung lulus semua, jadi saya cantumkan daftar nama peserta ujian saja. Yang penting ga penasaran, takut tukang posnya nyasar...hhe
Nilai-nilainya nanti saja diurus disekolah, blm sempat input..hhe
Hasil Ujian Nasional ini juga bisa dilihat di web smk sandikta..
www.smk.sandikta.net
selamat ya..
daftar nama silahkan donlut disini
Senin, 09 Maret 2009
kode bunyi mainboard
Untuk mengetahui jenis kerusakan atau permasalahan yang sering terjadi pada komputer ketika dinyalakan, dapat dikenali melalui bunyi beep yang muncul pada speaker mainboard.
Untuk mainboard dengan BIOS Award dan BIOS Phoenix :
Bunyi bip pendek 1 kali : Sistem Normal.
Bunyi bip pendek 2 kali : Kerusakan/kesalahan pada CMOS.
Bunyi bip panjang 1 kali dan pendek 1 kali : Kerusakan/kesalahan pada DRAM.
Bunyi bip panjang 1 kali dan pendek 2 kali : Kerusakan/kesalahan pada VGA Card.
Bunyi bip panjang 1 kali dan pendek 3 kali : Kerusakan/kesalahan pada keyboard atau pada VGA Card.
Bunyi bip panjang 1 kali dan pendek 9 kali : Kerusakan/kesalahan pada ROM
Bunyi bip panjang berkali-kali : Kerusakan/kesalahan Pada DRAM, DRAM tidak terpasang dengan benar, atau DRAM tidak kompatibel dengan mainboard.
Bunyi bip pendek berkali-kali : Tenaga pada power supply tidak cukup, segera ganti power supply.
Untuk mainboard dengan BIOS AMI :
Tidak ada bunyi bip : Kerusakan/kesalahan pada mainboard, powersupply, atau speaker internal.
Bunyi bip pendek 1 kali : Sistem normal.
Bunyi bip pendek 2 kali : Kerusakan/kesalahan pada DRAM.
Bunyi bip pendek 3 kali : Kerusakan/kesalahan yang sama dengan bunyi bip pendek 2 kali.
Bunyi bip pendek 4 kali : Kesalahan tanggal dan waktu pada sistem.
Bunyi bip pendek 5 kali : Kerusakan pada prosesor/mainboard.
Bunyi bip pendek 6 kali : Kerusakan/kesalahan pada keyboard.
Bunyi bip pendek 7 kali : Kerusakan/kesalahan yang sama dengan bunyi bip pendek 5 kali.
Bunyi bip pendek 8 kali : Kerusakan/kesalahan pada VGA.
Bunyi bip pendek 9 kali : Kesalahan pada saat checksum rom.
Bunyi bip pendek 10 kali : Kerusakan/kesalahan pada CMOS.
Bunyi bip pendek 11 kali : Kerusakan/kesalahan pada Cache Memory.
Bunyi bip panjang 1 kali dan pendek 3 kali : Kesalahan pada saat memory test.
Bunyi bip panjang 1 kali dan pendek 8 kali : Kesalah pada saat pengecekan VGA.
http://samiuns.wordpress.com
Untuk mainboard dengan BIOS Award dan BIOS Phoenix :
Bunyi bip pendek 1 kali : Sistem Normal.
Bunyi bip pendek 2 kali : Kerusakan/kesalahan pada CMOS.
Bunyi bip panjang 1 kali dan pendek 1 kali : Kerusakan/kesalahan pada DRAM.
Bunyi bip panjang 1 kali dan pendek 2 kali : Kerusakan/kesalahan pada VGA Card.
Bunyi bip panjang 1 kali dan pendek 3 kali : Kerusakan/kesalahan pada keyboard atau pada VGA Card.
Bunyi bip panjang 1 kali dan pendek 9 kali : Kerusakan/kesalahan pada ROM
Bunyi bip panjang berkali-kali : Kerusakan/kesalahan Pada DRAM, DRAM tidak terpasang dengan benar, atau DRAM tidak kompatibel dengan mainboard.
Bunyi bip pendek berkali-kali : Tenaga pada power supply tidak cukup, segera ganti power supply.
Untuk mainboard dengan BIOS AMI :
Tidak ada bunyi bip : Kerusakan/kesalahan pada mainboard, powersupply, atau speaker internal.
Bunyi bip pendek 1 kali : Sistem normal.
Bunyi bip pendek 2 kali : Kerusakan/kesalahan pada DRAM.
Bunyi bip pendek 3 kali : Kerusakan/kesalahan yang sama dengan bunyi bip pendek 2 kali.
Bunyi bip pendek 4 kali : Kesalahan tanggal dan waktu pada sistem.
Bunyi bip pendek 5 kali : Kerusakan pada prosesor/mainboard.
Bunyi bip pendek 6 kali : Kerusakan/kesalahan pada keyboard.
Bunyi bip pendek 7 kali : Kerusakan/kesalahan yang sama dengan bunyi bip pendek 5 kali.
Bunyi bip pendek 8 kali : Kerusakan/kesalahan pada VGA.
Bunyi bip pendek 9 kali : Kesalahan pada saat checksum rom.
Bunyi bip pendek 10 kali : Kerusakan/kesalahan pada CMOS.
Bunyi bip pendek 11 kali : Kerusakan/kesalahan pada Cache Memory.
Bunyi bip panjang 1 kali dan pendek 3 kali : Kesalahan pada saat memory test.
Bunyi bip panjang 1 kali dan pendek 8 kali : Kesalah pada saat pengecekan VGA.
http://samiuns.wordpress.com
Sabtu, 28 Februari 2009
Percaya Diri Cegah Kesurupan
Rasa percaya diri dalam menghadapi setiap pengaruh negatif dari luar diri sendiri akan dapat mencegah kemungkinan mengalami kesurupan.
"Kita bisa membangun sugesti kalau kita bisa berdiri sendiri untuk mengatasi setiap persoalan yang muncul," kata Konsultan SDM Universitas Wangsa Manggala, Dr Alimatus Sahrah Msi MM dan psikolog Indrayanti SPsi MPsi di Yogyakarta, Minggu.
Kesurupan hanya bisa dilawan oleh diri sendiri. Peran konseling sebagai penyelamat pun akan bergantung pada keinginan orang yang bersangkutan untuk mau menangkis setiap pengaruh buruk yang muncul.
"Kesurupan memang sangat bergantung pada keinginan yang bersangkutan, karena bila ditinjau dari ilmu psikologi, kesurupan merupakan pelampiasan dari tekanan psikologis yang dialami oleh alam bawah sadar seseorang," kata Alimatus.
Masyarakat hingga kini masih percaya hal itu terjadi karena ada sebuah `kekuatan` dari luar yang merasuki tubuh seseorang. Namun sesungguhnya segala sesuatu yang menimpa seseorang itu lebih disebabkan oleh persoalan internal orang itu sendiri.
"Buktinya, ada yang kesurupan tetapi ada juga yang tidak," katanya.
Ia mengaku tidak meragukan keberadaan makhluk lain di alam ini, tetapi manusia tidak akan semudah itu terpengaruh `lingkungan yang buruk` dan ini cenderung merupakan ekspresi dari akumulasi permasalahan yang mengendap di dalam dirinya.
Seperti fenomena gunung es, setiap orang memiliki permasalahan yang tampak sedikit di permukaan tetapi sesungguhnya sangat luas di dalam.
Masalah yang dipendam terus menerus akan terakumulasi seiring berjalannya waktu dan menjadi bahaya laten yang tinggal menunggu pelatuk untuk memicunya ke luar.
"Ketika satu permasalahan terbesar muncul, masalah tersebut berubah menjadi pelatuk dan segera memuntahkan peluru-peluru masalah yang terakumulasi, mengekspresikan segala sesuatu yang bermasalah di dalam dirinya," katanya.
Sementara menurut Indrayanti, kesurupan dapat terjadi manakala terjadi disharmonisasi antara `id` (dorongan, nafsu), `ego` (prinsip realitas) dan `superego` (nilai-nilai yang berlaku). Pada saat itu seseorang mengalami kekalutan mental, mudah kehilangan kendali dan akhirnya melakukan hal-hal yang tidak realistis.
Seseorang pada kondisi itu bisa mengalami `transferens` yakni pemindahan kendali dirinya oleh orang lain, sensitif atau terlalu peka dalam memaknai kejadian terakhir sehingga menjadi standarisasi/anggapan, terngiang-ngiang dan akhirnya cenderung memaknai setiap rangsangan yang masuk dengan hal yang sama.
"Selain itu, ada pula `simple projection`, yaitu rasa bersalah berlebihan yang akhirnya mempengaruhi tingkah laku kurang positif," ujarnya.
Sedangkan faktor internal yang mempengaruhi reaksi itu adalah kepribadian rapuh. Apabila seseorang memiliki kepribadian kuat, reaksi itu tidak akan muncul.
"Menurut Sigmun Freud, ketika seseorang sedang dalam kondisi demikian, alam bawah sadar lebih banyak berperan, sehingga segala sesuatu yang ada terasa tidak seperti yang ia inginkan," ujarnya.
Kepribadian yang rapuh bukan sebuah kondisi tiba-tiba tetapi merupakan kumpulan, meskipun pada proses pengumpulan tersebut seseorang tidak sadar sudah terkena benturan yang terus menerus.
Dia mengingatkan, pribadi rapuh berawal dari tidak terlatihnya orang tersebut untuk bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri selama menjalani kehidupan.
Pribadi rapuh cenderung selalu dilindungi dan menggantungkan diri pada orang lain serta tidak memmiliki kepercayaan terhadap dirinya sendiri.
"Dalam hal ini, lingkungan termasuk orang tua memiliki andil untuk membentuk pribadi anaknya menjadi pribadi yang mandiri," ujarnya.
Dengan kasat mata, kata dia, seseorang yang memiliki kepribadian semacam ini dapat dilihat ketika sedang menghadapi masalah. Mereka cenderung berpikiran negatif, mudah mengeluh dan tidak tahan banting.
Agar terhindar dari segala kemungkinan negatif ini, setiap orang harus memiliki penyaluran dalam mengekspresikan emosi tersebut hingga permasalahan yang dihadapi tidak terendap di dalam dirinya, kemudian menjelma menjadi bahaya laten yang dapat mengancam sewaktu-waktu.
Selain itu setiap orang semestinya memiliki kontrol diri yang baik, dapat mempertimbangkan setiap langkah yang akan diambil.
"Kontrol diri ini bisa dilatih, ego diperkuat sehingga orang bisa lebih mampu menghadapi kenyataan," katanya. (*/rit)
(http://www.kapanlagi.com/h/0000109936.html)
"Kita bisa membangun sugesti kalau kita bisa berdiri sendiri untuk mengatasi setiap persoalan yang muncul," kata Konsultan SDM Universitas Wangsa Manggala, Dr Alimatus Sahrah Msi MM dan psikolog Indrayanti SPsi MPsi di Yogyakarta, Minggu.
Kesurupan hanya bisa dilawan oleh diri sendiri. Peran konseling sebagai penyelamat pun akan bergantung pada keinginan orang yang bersangkutan untuk mau menangkis setiap pengaruh buruk yang muncul.
"Kesurupan memang sangat bergantung pada keinginan yang bersangkutan, karena bila ditinjau dari ilmu psikologi, kesurupan merupakan pelampiasan dari tekanan psikologis yang dialami oleh alam bawah sadar seseorang," kata Alimatus.
Masyarakat hingga kini masih percaya hal itu terjadi karena ada sebuah `kekuatan` dari luar yang merasuki tubuh seseorang. Namun sesungguhnya segala sesuatu yang menimpa seseorang itu lebih disebabkan oleh persoalan internal orang itu sendiri.
"Buktinya, ada yang kesurupan tetapi ada juga yang tidak," katanya.
Ia mengaku tidak meragukan keberadaan makhluk lain di alam ini, tetapi manusia tidak akan semudah itu terpengaruh `lingkungan yang buruk` dan ini cenderung merupakan ekspresi dari akumulasi permasalahan yang mengendap di dalam dirinya.
Seperti fenomena gunung es, setiap orang memiliki permasalahan yang tampak sedikit di permukaan tetapi sesungguhnya sangat luas di dalam.
Masalah yang dipendam terus menerus akan terakumulasi seiring berjalannya waktu dan menjadi bahaya laten yang tinggal menunggu pelatuk untuk memicunya ke luar.
"Ketika satu permasalahan terbesar muncul, masalah tersebut berubah menjadi pelatuk dan segera memuntahkan peluru-peluru masalah yang terakumulasi, mengekspresikan segala sesuatu yang bermasalah di dalam dirinya," katanya.
Sementara menurut Indrayanti, kesurupan dapat terjadi manakala terjadi disharmonisasi antara `id` (dorongan, nafsu), `ego` (prinsip realitas) dan `superego` (nilai-nilai yang berlaku). Pada saat itu seseorang mengalami kekalutan mental, mudah kehilangan kendali dan akhirnya melakukan hal-hal yang tidak realistis.
Seseorang pada kondisi itu bisa mengalami `transferens` yakni pemindahan kendali dirinya oleh orang lain, sensitif atau terlalu peka dalam memaknai kejadian terakhir sehingga menjadi standarisasi/anggapan, terngiang-ngiang dan akhirnya cenderung memaknai setiap rangsangan yang masuk dengan hal yang sama.
"Selain itu, ada pula `simple projection`, yaitu rasa bersalah berlebihan yang akhirnya mempengaruhi tingkah laku kurang positif," ujarnya.
Sedangkan faktor internal yang mempengaruhi reaksi itu adalah kepribadian rapuh. Apabila seseorang memiliki kepribadian kuat, reaksi itu tidak akan muncul.
"Menurut Sigmun Freud, ketika seseorang sedang dalam kondisi demikian, alam bawah sadar lebih banyak berperan, sehingga segala sesuatu yang ada terasa tidak seperti yang ia inginkan," ujarnya.
Kepribadian yang rapuh bukan sebuah kondisi tiba-tiba tetapi merupakan kumpulan, meskipun pada proses pengumpulan tersebut seseorang tidak sadar sudah terkena benturan yang terus menerus.
Dia mengingatkan, pribadi rapuh berawal dari tidak terlatihnya orang tersebut untuk bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri selama menjalani kehidupan.
Pribadi rapuh cenderung selalu dilindungi dan menggantungkan diri pada orang lain serta tidak memmiliki kepercayaan terhadap dirinya sendiri.
"Dalam hal ini, lingkungan termasuk orang tua memiliki andil untuk membentuk pribadi anaknya menjadi pribadi yang mandiri," ujarnya.
Dengan kasat mata, kata dia, seseorang yang memiliki kepribadian semacam ini dapat dilihat ketika sedang menghadapi masalah. Mereka cenderung berpikiran negatif, mudah mengeluh dan tidak tahan banting.
Agar terhindar dari segala kemungkinan negatif ini, setiap orang harus memiliki penyaluran dalam mengekspresikan emosi tersebut hingga permasalahan yang dihadapi tidak terendap di dalam dirinya, kemudian menjelma menjadi bahaya laten yang dapat mengancam sewaktu-waktu.
Selain itu setiap orang semestinya memiliki kontrol diri yang baik, dapat mempertimbangkan setiap langkah yang akan diambil.
"Kontrol diri ini bisa dilatih, ego diperkuat sehingga orang bisa lebih mampu menghadapi kenyataan," katanya. (*/rit)
(http://www.kapanlagi.com/h/0000109936.html)
Uang menjadi Tuhan
Tentang uang, kita jadi gamang. Malu-malu kucing. Cinta-cinta benci. Tak ada orang mau disebut rakus akan uang, meski di brankasnya tidur nyenyak atau meringkuk miliaran, atau bahkkan trilyunan dolllar, atau Euro.
Orang bisa tertawa bahagia karena uang. Tidak kurang-kurang jumlah orang yang wajahnya jadi gelap gulita sepanjang usia, gara-gara uang. Uang bisa membuat orang marah, pusing, atau lega. Bisa membuat orang bersiul, berteman, berantem, atau saling mencurigai. Di kalangan bawah, uang bisa membuat mereka jadi orang amat sabar, jadi teroris, pengemis, atau menjadi orang mudah heran. Di kalangan tengah dan atas, uang bisa membuat mereka menjadi penderma sejati (sedikit ) atau menjadi pembohong (banyak).
Jadi, apa sejatinya uang? Mungkin kita bingung menjawabnya. Paling banter, kita hanya bisa menjawab kata-kata padanannya. Arto. Yatra. Duit. Fulus. Geld. Money. Dan seterusnya. Yang jelas, kalau mau jujur, kita sibuk begini atau begitu dengan seribu satu alasan itu, kadang-kadang ujungnya ya cuma sekedar mencari uang. Tak ada yang keliru di sini. Cari uang jadi keliru, ketika uang akhirnya jadi segalanya. Jadi dewa. Jadi Tuhan. Jadi Yang Mahakuasa. Dan agaknya, hal macam inilah yang saat ini kita hidupi. Meski mungkin tanpa kita mengerti. Tidak mengerti tidak apa-apa. Asal masih bisa merasa. Nah, sejenak mari kita rasakan, bagaimana uang bisa merangkak dan akhirnya menjadi "Tuhan".
Uang hadir di mana-mana. Juga menyengat otak kita! Ia menyergap tiap sudut kehidupan. Dewasa ini ia bukan cuma hadir, bahkan menjajah. Penjajahannya kian luas dan dahsyat sehingga menjadi "Tuhan". Ini bukan ibarat, tapi nyata. Uang betul-betul jadi Mahakuasa yang Nyata. Juga, ini tak bersangkutpaut dengan tercetaknya kata Tuhan dalam mata uang, misalnya dolar. Sebab, maksud yang sebenarnya mengingatkan tiap pemegang uang akan Tuhan, rupanya telah gagal. Bukannya orang makin ingat Tuhan. Uang justru menjadi "Tuhan" yang lain. O, kekeliruan peradaban yang dahsyat!
(mangeben.multiply.com)
Orang bisa tertawa bahagia karena uang. Tidak kurang-kurang jumlah orang yang wajahnya jadi gelap gulita sepanjang usia, gara-gara uang. Uang bisa membuat orang marah, pusing, atau lega. Bisa membuat orang bersiul, berteman, berantem, atau saling mencurigai. Di kalangan bawah, uang bisa membuat mereka jadi orang amat sabar, jadi teroris, pengemis, atau menjadi orang mudah heran. Di kalangan tengah dan atas, uang bisa membuat mereka menjadi penderma sejati (sedikit ) atau menjadi pembohong (banyak).
Jadi, apa sejatinya uang? Mungkin kita bingung menjawabnya. Paling banter, kita hanya bisa menjawab kata-kata padanannya. Arto. Yatra. Duit. Fulus. Geld. Money. Dan seterusnya. Yang jelas, kalau mau jujur, kita sibuk begini atau begitu dengan seribu satu alasan itu, kadang-kadang ujungnya ya cuma sekedar mencari uang. Tak ada yang keliru di sini. Cari uang jadi keliru, ketika uang akhirnya jadi segalanya. Jadi dewa. Jadi Tuhan. Jadi Yang Mahakuasa. Dan agaknya, hal macam inilah yang saat ini kita hidupi. Meski mungkin tanpa kita mengerti. Tidak mengerti tidak apa-apa. Asal masih bisa merasa. Nah, sejenak mari kita rasakan, bagaimana uang bisa merangkak dan akhirnya menjadi "Tuhan".
Uang hadir di mana-mana. Juga menyengat otak kita! Ia menyergap tiap sudut kehidupan. Dewasa ini ia bukan cuma hadir, bahkan menjajah. Penjajahannya kian luas dan dahsyat sehingga menjadi "Tuhan". Ini bukan ibarat, tapi nyata. Uang betul-betul jadi Mahakuasa yang Nyata. Juga, ini tak bersangkutpaut dengan tercetaknya kata Tuhan dalam mata uang, misalnya dolar. Sebab, maksud yang sebenarnya mengingatkan tiap pemegang uang akan Tuhan, rupanya telah gagal. Bukannya orang makin ingat Tuhan. Uang justru menjadi "Tuhan" yang lain. O, kekeliruan peradaban yang dahsyat!
(mangeben.multiply.com)
Selasa, 11 November 2008
Lihatlah negeri kita
Yang subur dan kaya raya
Sawah ladang terhampar luas
Samudera biru
Tapi lihatlah negeri kita
Yang tinggal hanyalah cerita
Cerita dan cerita, terus cerita…
Pengangguran merebak luas
Kemiskinan merajalela
Pedagang kaki lima tergusur teraniaya
Bocah-bocah kecil merintih
Menghabiskan waktu di jalanan
Buruh kerap dihadapi penderitaan
Inilah negeri kita
Alamnya kelam tiada berbintang
Dari derita dan derita menderita…
Sampai kapankah derita ini
Yang kaya darah dan air mata
Yang senantiasa mewarnai bumi pertiwi
Dinodai Dikangkangi Dikuasai Dijajah para penguasa rakus
Dinodai Dikangkangi Dikuasai Dijajah para penguasa rakus
Langganan:
Postingan (Atom)